Alpha

Alpha

Apa itu Alpha?

Dalam dunia investasi Alpha (huruf Yunani α) adalah istilah yang digunakan dalam investasi untuk menggambarkan kemampuan strategi untuk mengalahkan pasar. Alpha berasal dari huruf yunani “a” yang kemudian digunakan dalam istilah investasi untuk penyebutan "keunggulan”, return (keuntungan) tinggi" atau "tingkat pengembalian abnormal" karena kemampuannya yang mengalahkan pasar. Pada umumnya pasar dianggap efisien sehingga tidak ada cara sistematis untuk memperoleh pengembalian yang melebihi pasar luas secara keseluruhan.

Kenapa menggunakan kata alpha?

Menurut Wikipedia penggunaan nama huruf yunani dimungkinkan dari lanjutan istilah perhitungan matematika dari huruf yunani pertama yang digunakan yaitu delta mengukur tingkat perubahan nilai opsi yang berkembang menjadi alpha, beta yang mengukur volatilitas.

Fungsi Alpha

Alpha berfungsi sebagai indikator untuk mengetahui kinerja. Tentunya kinerja dalam pengembalian investasi sangat penting bagi investor untuk mendapatkan keuntungan lebih. Dengan alpha dapat terbantu dalam menentukan dan membandingkan kinerja investasi satu dengan lainnya.

Jensen's alpha

alpha dalam dunia investasi juga berhubungan dengan perhitungan Jensen yaitu suatu metode yang ditemukan oleh Michael C. Jensen yang menghitung excess return (selisih return dengan Risk Free) yang diperoleh sebuah portofolio yang melebihi hasil yang diharapkan.

Alpha Jensen mempertimbangkan CAPM dan memasukkan komponen risiko yang disesuaikan dalam perhitungannya.

Rumus Jensen's alpha

Alpha = R(i) - (R(f) + B x (R(m) - R(f)))

atau

Jenson’s alpha = PR CAPM

Dimana,

PR = portfolio return

CAPM = risk-free rate+β (return of market risk-free rate of return)

R(i)     = Imbal hasil portofolio

R(m) = Imbal hasil market (IHSG)

R(f)   = risk-free rate/suku bunga bebas risiko (Obligasi pemerintah dll)

B      = Koefisien beta saham terhadap market

Cara menghitung alpha

Misalkan, Asumsikan kinerja pengelolaan seorang investor menghasilkan imbal hasil of 18% setahun, lalu untuk return market indek IHSG adalah 12%. Beta saham adalah 1.2, dan suku bunga bebas risiko 3%. Maka perhitungan alpha adalah:

Alpha = 18% - (3% + 1.2 x (12% - 3%))

Alpha = 15% - 13.8% = 3.2%.

CAPM sendiri diyakini merepresentasikan imbal hasil yang wajar terhadap suatu pengembalian investasi, maka jika performa dapat melebihi CAPM dari perhitungan akan dianggap diatas return pasar atau alpha.

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Jadilah investor pasar saham Indonesia.

Untuk pembukaan akun saham (rekening sekuritas) dapat menghubungi kami disini atau disini

Gratis tanpa dipungut biaya!

 

 

 

 

Dipost Oleh Super Administrator

Follow us on IG : https://www.instagram.com/bigbrothersinvestment/ and Twitter : https://twitter.com/BigBroInvest

Post Terkait

Tinggalkan Komentar