Barter

Barter

Apa itu Barter?

Barter adalah tindakan memperdagangkan barang atau jasa antara dua pihak atau lebih tanpa menggunakan uang dan sejenisnya. Barter menyediakan satu barang atau jasa oleh satu pihak untuk pihak lain dengan imbalan barang atau jasa.

Misalnya seorang dokter yang memberikan jasa pelayanan untuk seorang petani namun petani tidak membayar uang namun memberikan barang kepada dokter dengan hasil panen dengan nilai yang sama atau sepadan dengan pelayanan tersebut.

Konsep Barter

Konsep barter berfokus kepada nilai, namun nilai barang ini berdasarkan negosiasi antar pihak. Tujuan dari negosiasi untuk menentukan nilai relatif barang dan jasa dan menawarkannya dalam pertukaran yang seimbang. Barter merupakan bentuk perdagangan tertua sejak masa sebelum mata uang keras bahkan ada.

Sampai saat ini barter secara tidak sadar masih dipraktekkan, Pertukaran dilakukan dengan barang-barang yang dimiliki sampai kepada istilah tukar tambah dengan campuran transaksi uang.

Hampir semua barang atau layanan dapat ditukar jika pihak yang terlibat menyetujui persyaratan dan kesepakatan nilai pada pertukaran tersebut. Individu, perusahaan, dan negara semuanya bisa mendapatkan keuntungan dari pertukaran tanpa uang tunai tersebut, terutama jika mereka kekurangan mata uang untuk mendapatkan barang dan jasa maka solusi barter dapat dijadikan alternatif.

Manfaat Barter

Barter berfungsi untuk kesepakatan alternatif transaksi tanpa menggunakan uang, bagi individu atau siapapun dapat menggunakan opsi ini jika kekurangan uang tunai. Terutama Dalam krisis ekonomi, barter bisa menjadi cara yang bagus untuk mendapatkan barang dan jasa yang Anda butuhkan tanpa harus mengeluarkan uang kita.

Pada tingkat yang lebih luas, barter dapat menghasilkan alokasi sumber daya yang optimal dengan menukar barang dalam jumlah yang mewakili nilai yang sama. Barter juga dapat membantu ekonomi mencapai ekuilibrium, yang terjadi ketika permintaan sama dengan penawaran.

Barter dalam Individu

Ketika dua orang masing-masing memiliki barang yang diinginkan oleh pihak lain maka barter dapat terjadi. Faktor penentu barter yang utama adalah kesepadanan nilai atas persepsi masing – masing sampai tercapainya kesepakatan nilai yang sepadan.

Misalnya, jika seseorang memiliki 20kg beras yang nilainya Rp200.000 mereka dapat menukarnya dengan orang lain yang membutuhkan beras dan memiliki sesuatu yang diinginkannya senilai Rp200.000 juga. Seseorang juga dapat menukar barang dengan sesuatu yang tidak dibutuhkannya karena ada pasar yang siap untuk membuang barang tersebut seperti barang rongsokan dan bekas.

Barter dalam perusahaan

 Perusahaan mungkin ingin menukar produk mereka dengan produk lain karena mereka tidak memiliki kredit atau uang tunai untuk membeli barang tersebut. Misalkan bisnis model bisnis-ke-bisnis (B2B) misalkan jasa marketing yang saling bekerja sama untuk memperkenalkan perusahaan di sosial media masing – masing.

Barter dalam Negara

Negara-negara juga terlibat dalam barter ketika mereka terlilit hutang dan tidak dapat memperoleh pembiayaan. Sebagai contoh barang diekspor dengan imbalan barang yang dibutuhkan negara lain untuk saling melengkapi. Dengan cara ini negara dapat mengelola defisit perdagangan dan mengurangi jumlah hutang yang dimiliki.

Bagaimana cara melakukan barter?

Jadi bagaimana seseorang bisa melakukan barter dengan sukses? Berikut beberapa tips:

1. Identifikasi sumber daya Anda

Barang apa yang anda miliki yang kemungkinan bernilai untuk orang lain? Gunakan pandangan kritis untuk melihat-lihat barang rumah Anda, dan pertimbangkan harta benda yang mungkin Anda miliki di gudang atau yang saat ini digunakan oleh anggota keluarga atau teman lain.

Jika Anda lebih suka menawarkan layanan, maka anda bis mulai menilai dengan jujur apa yang dapat Anda berikan kepada orang lain yang seharusnya mereka bayar untuk dilakukan oleh profesional. Bisa berupa keterampilan atau bakat, atau bahkan hobi, seperti fotografi, menulis dll.

2. Beri label harga

Barter yang berhasil harus menghasilkan kepuasan dan kesepakatan kedua belah pihak. Ini hanya dapat terjadi jika barang yang ditukar dihargai secara realistis. Suatu barang hanya bernilai jika seseorang bersedia membayarnya. Oleh karena itu, lakukan riset dan lihat harga barang yang suai pada website untuk mengetahui berapa harga barang yang serupa.

3. Cari mitra barter

Setelah Anda tahu apa yang Anda tawarkan dan apa yang Anda butuhkan/inginkan selanjutnya carilah mitra barter. Jika Anda tidak memikirkan orang atau bisnis tertentu, cobalah promosi dari mulut ke mulut. Beri tahu teman, kolega, dan jejaring sosial Anda tentang kebutuhan spesifik Anda dan apa yang Anda inginkan dalam situasi barter. Gunakan Facebook, LinkedIn, dan Twitter.

Periksa pasar pertukaran online dan online lelang yang memiliki komponen barter seperti memanfaatkan Facebook, Instagram maupun social media lainnya. Juga Tawarkan kepada tetangga dll.

4. Buat kesepakatan

Setelah Anda menemukan mitra barter, dapatkan kesepakatan secara tertulis. Pastikan Anda merinci layanan atau barang apa yang akan dilibatkan, tanggal pertukaran (atau pekerjaan yang harus diselesaikan), dan jalan lain jika salah satu pihak mengingkari kesepakatan mereka di masa yang akan datang. Anda dapat menggunakan dan memodifikasi dokumen kesepakatan dari internet sesuai kebutuhan barter anda.

Batasan Barter

Kekurangan barter adalah Bisnis dengan skala besar seperti globalisasi tidak akan menerima gagasan barter dan bahkan organisasi yang lebih kecil mungkin membatasi jumlah nilai uang barang atau jasa yang akan mereka barterkan.

------------------------------------------------------------------------------------------------

Jadilah investor pasar saham Indonesia.

Untuk pembukaan akun saham (rekening sekuritas) dapat menghubungi kami disini atau disini

Gratis tanpa dipungut biaya

 

Dipost Oleh Super Administrator

Follow us on IG : https://www.instagram.com/bigbrothersinvestment/ and Twitter : https://twitter.com/BigBroInvest

Post Terkait

Tinggalkan Komentar