Cara Investasi Value Investing

Cara Investasi Value Investing

Apa itu Value Investing?

Value Investing adalah salah satu jenis strategi investasi dengan cara mencari saham bagus tetapi dengan harga murah (undervalue), hal ini dapat terjadi karena pasar atau para investor belum melihat potensi dari perusahaan tersebut. Dalam kata lain Value Investing mencoba mencari saham salah harga di pasar lalu menjual Kembali saham tersebut saat pasar sudah sadar, yaitu Ketika harga saham tersebut Kembali ke harga fair value nya.

Kelebihan Value Investing

1. Strategi Value Investing dapat diaplikasikan siapa saja

Bukan hanya investor bermodal besar saja yang dapat mengaplikasikan strategi value investing, tapi investor dengan dana terbatas juga dapat mengaplikasikan strategi ini dan mendapatkan keuntungan berlipat, selama investor tersebut mengerti kondisi fundamental emiten yang dibeli.

2. Value investing memaksimalkan “the power of compouding”

Compouding adalah kemampuan untuk melipat gandakan modal atau bunga yang berbunga, semakin lama investasi yang dilakukan maka akan bertumbuh semakin besar.

3. Value Investing sudah teruji oleh waktu

Value Investing sudah diaplikasikan Warrent Buffet selama puluhan tahun dan membuat buffet menjadi deretan orang terkaya di dunia. Buffet adalah bukti nyata bahwa strategi value investing dapat memberikan return yang luar biasa dalam jangka panjang.

Faktor Pertimbangan memilih saham Value Investing

Ada beberapa faktor pertimbangan saat memilih saham value investing, seperti keuangan perusahaan, Brand, keunggulan produk dan lain sebagainya, namun secara umum value investor akan menggunakan beberapa rasio keuangan berikut:

1. Price to book value (P/B)

Price to book value atau yang dikenal juga dengan Nilai buku, rasio ini menggambarkan perbandingan antara asset perusahaan dengan harga saham. Jika harga saham lebih rendah dari asset perusahaan maka saham tersebut dapat dikatakan undervalue.

2. Free Cash Flow

Parameter ini menunjukkan jumlah uang cash atau yang tersedia saat ini setelah perusahaan menyelesaikan seluruh kewajibannya.

3. Price to Earning ratio (P/E)

Rasio ini menunjukkan perbandingan harga saham dengan pendapatan perusahaan, semakin kecil nilai PER maka semakin undervalue saham tersebut. Namun angka tersebut tentu harus dibandingkan dengan saham perusahaan 1 sektor dan Rata – rata sektor.

Cara melakukan strategi Value Investing

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melakukan strategi Value Investing agar menghasilkan return yang besar, berikut ini beberapa strategi Value Investing

1. Memilih Metode Analisa

Ada beberapa cara untuk menganalisa prospek dari sebuah emiten, yaitu analisa Top-down, analisa ini melakukan analisa dari frame yang lebih besar ke yang lebih kecil, misal analisa ekonomi dunia, analisa ekonomi nasional, analisa industri, lalu menganalisa fundamental emiten yang akan dipilih sampai ke hal yang lebih spesifik lagi.

Selain itu ada analisa Bottom-up, yakni analisa yang memulai analisis dari hal mikro ke makro atau dari bawah ke atas. Caranya adalah dengan menganalisa fundamental emiten terlebih dahulu, lalu kondisi sektor industri terkait, ekonomi nasional lalu analisa perkembangan ekonomi dunia.

2. Mencari sektor yang sedang Trend

Investor harus mencari sekor industri yang sedang perform, diminati masyarakat atau sektor yang sedang menjadi fokus pemerintah. dengan berinvestasi pada sektor tersebut investor bukan hanya akan mendapatkan keuntungan yang besar namun, juga akan mendapatkan keuntungan yang lebih cepat, karena akan banyak sentimen positif yang mempengaruhi kinerja fundamental dan harga saham emiten tersebut.

 3. Screening saham

Saat ini ada 700 lebih emiten yang listing di bursa efek indonesia, tapi tidak semua emiten layak untuk diinvestasikan. Untuk itu investor perlu untuk memilah emiten mana saja yang memiliki fundamental bagus, namun dengan harga yang masih rendah.

4. Mengetahui Valuasi atau nilai Intrinsik saham yang akan dibeli

Sebagai seorang Value investor, tentu harus mengetahui valuasi atau nilai intrinsik suatu saham yang akan dibeli. Investor harus memperhitungkan berapa nilai intrinsik emiten tersebut. Investor dapat menggunakan rasio PER dan PBV.

5. Memantau kinerja emiten

Setelah melakukan pembelian, seorang value investor tentu harus memantau kinerja saham yang dibeli secara berjangka. Laporan keuangan perusahaan dapat di akses melalui aplikasi sekuritas, IDX atau langsung dari website emiten.

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Jadilah investor pasar saham Indonesia.

Untuk pembukaan akun saham (rekening sekuritas) dapat menghubungi kami disini atau disini

Gratis tanpa dipungut biaya

 

 

 

               

Dipost Oleh Super Administrator

Follow us on IG : https://www.instagram.com/bigbrothersinvestment/ and Twitter : https://twitter.com/BigBroInvest

Post Terkait

Tinggalkan Komentar