Cara membaca volume saham

Cara membaca volume saham

Selayaknya satuan suhu adalah derajat, dalam saham kita kenal lembar atau 1LOT = 100 lembar, partisipasi banyaknya jumlah transaksi saham yang terjadi disebut volume saham. Sederhananya volume saham itu mencerminkan rame dan sepinya transaksi suatu saham.

Jika volume naik maka tandanya partisipasi transkasi mengalami kenaikan (rame) dan sebaliknya Jika volume turun maka tandanya partisipasi transkasi mengalami penurunan (sepi). Indikator volume tersebut dapat digunakan sebagai acuan dalam mengambil keputusan, berikut hal – hal penting yang perlu dicermati :

1. Harga naik volume naik

Jika harga naik diiringi dengan volume yang naik maka pelaku pasar memiliki minat beli yang besar terhadap saham tersebut, tekanan beli yang tinggi diprediksi akan melajutkan kenaikannya di hari esok.

2. Harga naik volume turun

Jika harga naik diiringi dengan volume yang menurun maka pelaku pasar tidak memiliki minat beli yang besar dan diprediksi saham akan tidak dapat melanjutkan kenaikannya di hari esok.

3. Harga turun volume naik

Jika harga turun diiringi dengan volume yang naik maka pelaku pasar melakukan penjualan secara massive, tekanan jual yang tinggi diprediksi akan melajutkan penurunan di hari esok.

4. Harga turun volume turun

Jika harga turun diiringi dengan volume yang menurun maka pelaku pasar tidak memiliki minat jual yang besar dan diprediksi saham akan tidak dapat melanjutkan penurunannya di hari esok, dan diprediksi akan mengalami kenaikan.

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Jadilah investor pasar saham Indonesia.

Untuk pembukaan akun saham (rekening sekuritas) dapat menghubungi kami disini atau disini

Gratis tanpa dipungut biaya!

Dipost Oleh Super Administrator

Follow us on IG : https://www.instagram.com/bigbrothersinvestment/ and Twitter : https://twitter.com/BigBroInvest

Post Terkait

Tinggalkan Komentar