Cara Menggunakan Pennants Chart Patterns

Cara Menggunakan Pennants Chart Patterns

Apa itu Pennants Chart Patterns?

Chart Patterns adalah Sebuah formasi pola grafik yang berbentuk seperti segitiga. Pennants masuk dalam kategori Pola Berkelanjutan (Continuation Patterns) yang berarti, ketika harga sedang dalam kondisi bullish kemudian muncul Pennants, maka selanjutnya harga akan melanjutkan kenaikan.

Pennants Chart Patterns terjadi ketika market dalam keadaan konsolidasi, dimana dari sisi pembeli atau penjual sedang menurunkan tensi mereka yang membuat harga mengalami sideways.

Jenis Pennants Chart Patterns

Pennants Chart Patterns memiliki 2 jenis yaitu :

1. Bullish Pennants Chart Patterns

Terjadi ketika Harga sedang dalam trend Bullish kemudian muncul pola konsolidasi berbentuk seperti segitiga, kemudian harga menembus trend line (breakout) lalu kemudiah harga kembali mengalami kenaikan meneruskan trend sebelumnya.

2. Bearish Pennants Chart Patterns

Terjadi ketika Harga sedang dalam trend Bearish kemudian muncul pola konsolidasi berbentuk seperti segitiga, kemudian harga menembus trend line (breakout) lalu kemudiah harga kembali mengalami penurunan meneruskan trend sebelumnya.

 

Karakteristik Pennant Chart Pattern

 1. Muncul Setelah Trend yang kuat

Sebelum Pola Pennant Chart Pattern muncul akan selalu diawali dengan kondisi trent yang kuat bullish trend maupun bearish trend.

2. Durasi terjadinya Pennant Chart Pattern

Pennant Chart Pattern terjadi dalam durasi yang lebih singkat berkisar antara satu minggu sampai tiga minggu, ini yang membedakan Pennant Chart Pattern dengan symmetrical triangle yang durasinya lebih lama.( bentuk Pennant Chart Pattern lebih pendek.)

3. Berisi 3 Gerakan

Pennant Chart Pattern terdiri dari 3 gerakan didalamnya.

Setelah kondisi trent bearish kemudian terdapat 3 gerakan konsolidasi membentuk pola pennat maka harga akan melanjutkan penurunan (bearish trend).

Cara Menggunakan Pennant Chart Pattern

1. Entry Point

Terdapat dua cara untuk melakukan entry menggunakan Pennant Chart Pattern:

a. Entry ketika harga berada dititik ke 3

Cara entry pertama yaitu anda dapat menggambar trendline dan ketika harga dalam posisi titik ke tiga (lihat gambar diatas) maka itu adalah kesempatan pertama anda melakukan pembelian.

b. Entry ketika Breakout

Cara Entry yang kedua, yaitu ketika harga sedang menembus batas resisten (breakout). Jika anda tertinggal untuk melakukan pembelian pada titik ke tiga pola pennant, membeli pada saat posisi harga menembus resisten adalah kesempatan yang bagus.

2. Target Harga

Terdapat dua cara untuk menentukan target harga menggunakan Pennant Chart Pattern:

a. Mengukur tinggi trend

Langkah awal menentukan target harga menggunakan pennant adalah dengan mengukur panjang trend sebelum konsolidasi, kemudian range harga tersebut dapat digunakan sebagai target trend setelah pennant chart pattern.

b. Fibonacci

Langkah kedua anda dapat menggunakan alat bantu Fibonacci untuk menuntukan target price selanjutnya. Point Fibonacci eksternal retracement dapat membatu anda untuk menentukan target harga selanjutnya setelah pennant chart pattern.

3. Stop Loss

Meskipun tingkat akurasi pennant pattern dapat dibilang cukup besar, akan tetapi anda juga harus siap untuk melakukan cut loss, jika arah harga berbalik atau harga saham mengalami sideways yang sangat lama (triangle).

Misalkan dalam kondisi bullish, terlihat pola bullish pennant. Kita melalukan entry pada saat harga menembus resisten (breakout) maka, stop loss kita adalah berada pada level dimana ketika harga turun dan melebihi batas gerakan ke 3 dari pennant chart pattern.

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Jadilah investor pasar saham Indonesia.

Untuk pembukaan akun saham (rekening sekuritas) dapat menghubungi kami disini atau disini

Gratis tanpa dipungut biaya!

Dipost Oleh Super Administrator

Follow us on IG : https://www.instagram.com/bigbrothersinvestment/ and Twitter : https://twitter.com/BigBroInvest

Post Terkait

Tinggalkan Komentar