Cara Trading Menggunakan Falling Wedge Pattern

Cara Trading Menggunakan Falling Wedge Pattern

Falling Wedge

Falling Wedge adalah salah satu pola teknikal analisis yang memiliki bentuk segitiga mengerucut, hampir mirip dengan pennant pattern tetapi sedikit lebih panjang. Falling Wedge pattern mengindikasikan bahwa setelah kemunculannya harga akan berpotensi mengalami Kenaikan. Falling Wedge Pattern merupakan kategori chart pattern continuation dan reversal, maka dari itu falling Wedge terbagi menjadi 2 jenis.

Jenis-Jenis Falling Wedge

a. Falling Wedge – Reversal

Falling Wedge – Reversal terbentuk ketika trend sedang bearish kemudian harga mengalami konsolidasi dan membentuk Falling Wedge, lalu trend harga akan berbalik arah menjadi bullish.

b. Falling Wedge - Continuation

Falling Wedge Continuation terbentuk ketika trend harga dalam keadaan Bullish, kemudian mengalami konsolidasi dan terbentuk Falling wedge lalu harga kembali naik melanjutkan trend sebelumnya.

Kapan Terjadinya Falling Wedge
Sesuai pola pergerakan harga yang terdiri dari primary trend dan Secondary trend, Falling Wedge Pattern terjadi pada Secondary Trend.

 

Jadi Falling Wedge Pattern terbentuk pada secondary trend yang artinya harus di dahului oleh primary trend, trend sebelumnya bisa jadi bearish trend untuk Falling Wedge Reversal Pattern, dan Trend Bullish untuk Falling Wedge Continuation Pattern.

Karakteristik Falling Wedge

a. Falling Wedge Pattern minimal terdiri dari 3-5 titik Support, lebih banyak dari Falling Pattern,

b. Berbentuk Kerucut, bukan presisi

c. Winrate / akurasi cukup tinggi

 

Cara Trading Menggunakan Falling Wedge

a. Cara Entry

Entry saat Break Resistance

Langkah entry pada Falling wedge adalah pada saat harga sudah break Resistance, atau sudah menembus garis trend line. Entry ini lebih aman dari pada melakukan entry pada saat harga masih pada support karena masih ada kemungkinan gagal membentuk pola Falling Wedge dan harga turun.

 b. Target Price

Menurunkan Target price pada Falling Wedge dapat dilakukan dengan 2 cara:

1. Target Pattern

Cara pertama mencari target price yaitu dengan mengikuti panjang range pattern pertama, Perhatikan gambar, Tarik garis dari titik A ke Titik B lalu copy saja ke titik breakout, pada gambar di tunjukan pada titik C, maka diketahui target prince pada titik D.

2. Target menggunakan Fibonacci

Cara kedua untuk mengetahui target price Falling Wedge Pattern yaitu menggunakan Fibonacci eksternal retracement. Anda dapat membaca cara menggunakan Fibonacci dalam artikel kami yang lain. Target Price pertama dapat di lakukan pada point Fibonacci 1.618.

Perhatikan gambar ditas; cara menentukan target price menggunakan Fibonacci eksternal retracement dengan titik pertama diposisikan pada titik A, kemudian titik kedua di titik B, maka akan diketahui titik C sebagai target Price, yaitu rasio Fibonacci eksternal retracement 1.618.

3. Stop Loss

Lakukan stop loss ketika Falling Wedge Pattern gagal terbentuk, artinya harga berbalik Turun, lakukan stop loss ketika harga telah menembus Support. Perhatikan pada gambar.

4. Langkah Antisipasi

Jika Falling Wedge Pattern failure, maka anda perlu menyikapi langkah antisipasi. Yaitu dengan cut loss. Tetapi jika anda trading forex atau komoditas, atau saham yang dapat melakukan short sell, maka anda dapat melakukan stop loss dan revert buy.

Ketika sudah open posisi buy, tetapi harga kembali turun dan menembus support dengan volume besar maka anda dapat mempertimbangkan untuk revers action short sell.

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Jadilah investor pasar saham Indonesia.

Untuk pembukaan akun saham (rekening sekuritas) dapat menghubungi kami disini atau disini

Gratis tanpa dipungut biaya

 

 

 

Dipost Oleh Super Administrator

Follow us on IG : https://www.instagram.com/bigbrothersinvestment/ and Twitter : https://twitter.com/BigBroInvest

Post Terkait

Tinggalkan Komentar