Cara Trading Menggunakan Rising Wedge

Cara Trading Menggunakan Rising Wedge

Rising Wedge

Rising Wedge adalah salam satu pattern dalam teknikal analisis dari Chart pattern yang memiliki bentuk segitiga mengerucut, hampir mirip dengan pennant pattern tetapi sedikit lebih panjang. Rising Wedge pattern mengindikasikan bahwa setelah kemunculannya harga akan berpotensi mengalami penurunan. Rising Wedge Pattern merupakan kategori chart pattern continuation dan reversal, maka dari itu Rising Wedge terbagi menjadi 2 jenis.

Jenis-Jenis Rising Wedge

a. Rising Wedge – Reversal

terbentuk ketika trend sedang bullish kemudian harga mengalami konsolidasi dan membentuk Rising Wedge, lalu trend harga akan berbalik arah menjadi bearish.

b. Rising Wedge – Continuation

Rising Wedge – Continuation terbentuk ketika trend harga dalam keadaan Bearish, kemudian mengalami konsolidasi dan terbentuk rising wedge lalu harga kembali turun melanjutkan trend sebelumnya.

Kapan Terjadinya Rising Wedge?

Sesuai pola pergerakan harga yang terdiri dari primary trend dan Secondary trend, Rising Wedge Pattern terjadi pada Secondary Trend.

Jadi Rising Wedge Pattern terbentuk pada secondary trend yang artinya harus di dahului oleh primary trend, trend sebelumnya bisa jadi bearish trend untuk Rising Wedge Continuous Pattern, dan Trend Bullish untuk Rising Wedge Reversal Pattern.

Karakteristik Rising Wedge

a. Rising Wedge Pattern minimal terdiri dari 2 titik Resistance,

b. Berbentuk Kerucut, bukan presisi

c. Winrate / akurasi cukup tinggi

Cara Trading Menggunakan Rising Wedge

1. Cara Entry

Pada Rising Wedge hanya dapat dilakukan pada market forex, karena market saham Indonesia belum terdapat short selling.

a. Entry Saat False Break

Saat Resistance kedua sudah terbentuk, lalu harga kembali turun dan mencoba naik kembali, tetapi kembali turun, maka anda dapat mencoba untuk entry sell, langkah entri ini sangat spekulatif karena pola belum terbentuk sempurna, akan tetapi jika anda kombinasikan dengan indicator lain seperti stochastic (5.3.3 exp) dan menunjukkan signal entry disitu, maka entry pada false break dapat dilakukan.

b. Entry saat Break Support

Langkah entry selanjutnya yaitu pada saat harga sudah break support, atau sudah menembus garis trend line. Entry kedua ini lebih aman dari pada langkah entry pada false break. Karena menunggu pola terbentuk sempurna dan melakukan break.

2. Target Price

Menunjukkan Target price pada Rising Wedge dapat dilakukan dengan 2 cara:

a. Target Pattern

Cara pertama mencari target price yaitu dengan mengukur panjang range pattern pertama, Perhatikan gambar, Tarik garis dari titik A ke Titik B lalu copy saja ke titik breakout, pada gambar di tunjukan pada titik C, maka diketahui target prince pada titik D.

b. Target menggunakan Fibonacci

Cara kedua untuk mengetahui target price Rising Wedge Pattern yaitu menggunakan Fibonacci eksternal retracement. Anda dapat membaca cara menggunakan Fibonacci dalam artikel kami yang lain. Target Price pertama dapat di lakukan pada point Fibonacci 1.618.

3. Stop Los

Lakukan stop loss ketika Rising Wedge Pattern gagal terbentuk, artinya harga berbalik naik, lakukan stop loss ketika harga telah menembus resisten. Perhatiikan pada gambar

4. Stop Loss and Revers


Jika Rising Wedge Pattern failure, maka anda perlu menyiapka langkah antisipasi. Yaitu dengan stop loss dan berbalik melakukan aksi beli. Jadi setelah melakukan sort sell kemudian harga berbalik arah naik, dan menembus resisten disertai volume besar, maka anda dapat melakukan stop loss dan revers buy.

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Jadilah investor pasar saham Indonesia.

Untuk pembukaan akun saham (rekening sekuritas) dapat menghubungi kami disini atau disini

Gratis tanpa dipungut biaya

 

Dipost Oleh Super Administrator

Follow us on IG : https://www.instagram.com/bigbrothersinvestment/ and Twitter : https://twitter.com/BigBroInvest

Post Terkait

Tinggalkan Komentar