Degree of Financial Leverage

Degree of Financial Leverage

Apa itu Degree of Financial Leverage (DFL)?

Degree of Financial Leverage (DFL) adalah rasio leverage (hutang) yang mengukur sensitivitas laba per saham (EPS) terhadap fluktuasi pendapatan. Suatu perusahaan menggunakan financial leverage jika perusahaan tersebut memberikan dana atau membiayai asetnya dengan surat berharga atau efek misalkan aset obligasi. Hal tersebut akan memberikan perubahan yang besar bagi EPS atau laba per lembar sahamnya.

Fungsi Degree of Financial Leverage (DFL)?

Degree of Financial Leverage (hutang) berfungsi untuk menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat leveragenya maka pendapatan akan semakin tidak stabil yang disebabkan karena biaya bunga dari hutang tersebut. Hutang atau leverage satu sisi dapat memperbesar keuntungan dan EPS, hal tersebut masih dapat diterima saat pendapatan operasional naik, akan tetapi bisa menjadi masalah jika pendapatan operasional sedang tidak stabil atau menurun.

DFL juga berguna dalam membantu perusahaan menilai jumlah hutang keuangan yang harus dipilih atau diputuskan dalam struktur modalnya. Jika pendapatan operasional relatif stabil maka perusahaan dapat memiliki hutang dalam jumlah yang besar. Namun sebaliknya, jika pendapatan operasinya cukup fluktuatif lebih bijaksana untuk membatasi hutang ke tingkat yang mudah dikelola.

Rumus Degree of Financial Leverage (DFL)?

DFL = Persentase Perubahan EPS/ Persentase Perubahan EBIT

Atau

DFL = EBIT / EBIT – Interest (biaya bunga)

Cara Menghitung Degree of Financial Leverage (DFL)?

Misalkan pada Tahun 1, sebuah perusahaan memiliki pendapatan operasional atau laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) sebesar 100 juta, dengan beban bunga sebesar 10 juta, dan memiliki 100 juta saham yang beredar. (Demi kejelasan, abaikan pengaruh pajak)

Tahun 1:

EPS = (100Juta – 10juta)/100juta = 0,9

DFL = 100juta / (100juta - 10 juta) = 1,1

Artinya untuk setiap 1% perubahan EBIT atau pendapatan operasional, EPS akan berubah sebesar 1,11%.

Tahun 2:

Asumsi kenaikan laba 20% maka naik sebesar 120jt dan beban bunga sebesar 10 juta.

EPS = (120Juta – 10juta)/110juta = 1,1 (EPS telah naik dari 0,9 ke 1,1 dengan tingkat 22,2%)

Hal ini juga dapat diperoleh dari angka DFL = 1,11 x 20% (perubahan EBIT) = 22,2%.

Jika EBIT menurun menjadi 70 juta di Tahun 2, apa dampaknya pada EPS? EPS akan turun 33,3% yaitu DFL sebesar 1,11 x -30% perubahan EBIT menjadi 60 sen, yang mewakili penurunan 33,3%.

 

Penggunaan leverage keuangan sangat bervariasi menurut industri dan sektor bisnis. Ada banyak sektor industri di mana perusahaan beroperasi dengan tingkat leverage keuangan yang tinggi.

Jadilah investor pasar saham Indonesia.

Untuk pembukaan akun saham (rekening sekuritas) dapat menghubungi kami disini atau disini

Gratis tanpa dipungut biaya!

 

Dipost Oleh Super Administrator

Follow us on IG : https://www.instagram.com/bigbrothersinvestment/ and Twitter : https://twitter.com/BigBroInvest

Post Terkait

Tinggalkan Komentar