Divestasi

Divestasi

Apa itu Divestasi ?

Divestasi adalah proses penjualan asset anak perusahaan, investasi, atau lini usaha untuk memaksimalkan nilai dari perusahaan Induk. Divestasi adalah lawan kata Investasi dan biasanya dilakukan ketika asset atau anak perusahaan tidak berjalan sesuai ekspektasi.

Dalam beberapa kasus divestasi, ada beberapa perusahaan yang terpaksa menjual assetnya akibat tindakan dari hukum atau peraturan, seperti kasus Divestasi saham Freeport Indonesia yang memiliki kewajiban untuk mendivestasikan sahamnya  namun, sebagian besar keputusan divestasi disebabkan oleh perusahaan ingin merampingkan operasi dan efisiensi, atau keputusan hukum karena kebangkrutan.

Divestasi bukan berarti menjual atau menutup keseluruhan bisnis, tapi dapat juga hanya menjual sebagian proporsi kepemilikian, biasanya untuk meningkatkan nilai perusahaan dan meningkatkan efisiensi, banyak perusahaan menggunakan metode divestasi untuk menjual aset yang tidak menguntungkan agar tim manajemen dapat fokus pada bisnis inti.

Metode Divestasi

Ada beberapa cara divestasi yang biasanya dilakukan yaitu spin-off, pembagian ekuitas, atau penjualan aset langsung.

1. Spin-off adalah pemisahan 1 perusahaan menjadi 2 atau lebih perusahaan yang berdiri sendiri sehingga, perusahaan hasil Spin-off dapat melantai di Bursa Saham. spin-off paling sering terjadi pada perusahaan yang memiliki inti bisnis berbeda, profil dan pertumbuhan yang berbeda, Contohnya adalah divestasi antara Garuda Indonesia (GIAA) dan GMF Aero Asia (GMFI) pada tahun 2018.

Bisnis inti Garuda Indonesia adalah sebagai maskapai transportasi udara dan telah masuk bursa saham sejak 2011 sedangkan, GMF Aero Asia menjalani bisnis inti sebagai Jasa Layanan Perawatan pesawat. Divestasi dilaksanakan tahun 2018 dan GMF Aero Asia pun listing pada tahun yang sama.

2. Carve – Out adalah perusahaan induk mengubah sebuah divisi menjadi entitas yang terpisah, dengan cara memasukkan asset ke anak perusahaan sebagai tambahan modal pada anak perusahaan (inbreng) lalu menjual sebagian persentase kepemilikan sahamnya kepada publik melalui Bursa Saham. Umumnya pemegang saham perusahaan induk tetap mempertahankan kepemilikan mayoritas di entitas baru tersebut.

3. Direct Sale/Penjualan, metode ini paling sering digunakan dalam divestasi asset, biasanya perusahaan menjual seluruh anak usaha, unit bisnis atau sekelompok aset ke perusahaan lain. Biasanya metode ini dilakukan karena adanya kebutuhan dana mendesak seperti likuidasi atau kebutuhan pembayaran kewajiban

 

Dipost Oleh Super Administrator

Follow us on IG : https://www.instagram.com/bigbrothersinvestment/ and Twitter : https://twitter.com/BigBroInvest

Post Terkait

Tinggalkan Komentar