Dupont Analisis

Dupont Analisis

Apa itu Analisis DuPont?

Analisis DuPont adalah analisis kinerja fundamental perusahaan yang dipopulerkan oleh DuPont Corporation dengan memperhatikan pengembalian atas ekuitas, atau Return on Equity (ROE).

Dupont Analisis merupakan bagian dari kelompok rasio profitabilitas yang digunakan untuk menganalisis laba dari perusahaan. Keuntungan perusahaan berdasar pada ROE sendiri mempunyai 3 tiga indikator keuangan yang mempengaruhinya. Antara lain:

  1. Efisiensi operasi yang diwakilkan oleh margin laba bersih atau NPM.
  2. Efisiensi penggunaan aset yang diwakilkan oleh rasio perputaran aset (TATO)
  3. Leverage keuangan diwakilkan oleh financial leverage.

Fungsi Analisis DuPont

Dupont Analysis dinilai berguna untuk menghindari kesimpulan yang menyesatkan dalam hal analisis keuntungan perusahaan. DuPont analisis juga membantu dalam evaluasi komponen-komponen dari rasio return on equity (ROE) sebuah perusahaan.

Investor dapat menggunakan analisis DuPont untuk menentukan keputusan dengan membandingkan perusahaan satu dengan lainnya dan bagi manajemen juga dapat membantu untuk memberikan evaluasi bagian mana yang harus dievaluasi dan diperbaiki. Investor juga dapat menentukan aktivitas keuangan mana yang paling berkontribusi terhadap perubahan ROE

Rumus DuPont Analisis

Rumus Analisis DuPont melibatkan beberapa komponen yang harus dicari dan dihitung terlebih dahulu. Komponen yang harus dihitung terlebih dahulu antara lain Net Profit Margin, Asset Turnover dan Equity Multiplier. Setelah ke 3 komponen dihitung dan diketahui maka ke 3 komponen tersebut dikalikan menjadi satu.

Analisis DuPont = Net Profit Margin x Asset Turnover x Equity Multiplier

Komponen rumus:

Net Profit Margin = Laba bersih / Pendapatan

Asset Turnover = Penjualan / Rata-rata Aset

Equity Multiplier = Rata-rata Aset / Rata-rata Ekuitas

 

Cara menghitung DuPont analisis

1. Marjin Laba Bersih atau Net Profit Margin

Marjin laba bersih (NPM) adalah rasio golongan profitabilitas yang membagi antara laba bersih dengan pendapatan perusahaan. Misalkan sebuah contoh perusahaan mempunyai pendapatan Rp. 10 Miliar dengan laba bersihnya Rp. 7,2 Miliar, maka perhitungannya adalah

Net Profit Margin = Laba bersih / Pendapatan

Net Profit Margin = Rp. 3,2 Miliar / Rp. 10 Miliar = 0.32

 

Dari perhitungan diatas dapat kita teliti bersama, Marjin laba dapat meningkat jika biaya berkurang atau harga naik yang akan berdampak besar terhadap perubahan ROE juga.

2. Asset Turnover Ratio

Asset turnover ratio adalah rasio yang mengukur seberapa efisiennya perusahaan menggunakan aset yang dimiliki untuk menghasilkan pendapatan. Misalkan sebuah perusahaan mempunyai aset Rp. 54Miliar dan menghasilkan pendapatan sebesar 10 Miliar maka perhitungannya adalah:

Asset Turnover Ratio = Pendapatan / Rata-rata Aset

 Asset Turnover Ratio = Rp. 10 Miliar / Rp. 54 Miliar = 0.18

Asset Turnover Ratio dapat digunakan untuk membandingkan antar perusahaan tentunya harus dengan model bisnis yang sama. Aset perusahaan mencakup pula persediaan barang dagangan, maka perubahan pada rasio ini dapat menandakan penjualan yang sedang turun atau naik. Persediaan barang yang lama di gudang akan mempengaruhi ROE dan sebaliknya.

3. Equity Multiplier

Equity multiplier atau yang dikenal sebagai financial leverage atau kemampuan lebih menggunakan hutang. Dalam sebuah aset terdiri dari hutang dan modal, maka dalam sebagai contoh jika aset bernilai Rp. 54 Miliar dan modal sebesar Rp. 25 miliar perusahaan memiliki utang sebesar Rp. 29 Miliar (aset – modal = utang).

Financial Leverage = Aset / Ekuitas

Financial Leverage = Rp. 54 Miliar / Rp. 25 miliar = 2.16x

Mempunyai hutang tinggi menandakan bahaya bagi perusahaan karena hutang mengandung risiko gagal bayar dan pengurangan margin, akan tetapi jika perusahaan tanpa hutang sama sekali juga kurang efisien karena juga dapat kehilangan kesempatan untuk mendapatkan laba lebih.

Hutang yang tinggi dapat meningkatkan financial leverage dan ROE karena daya pengungkit dari hutang namun juga menciptakan risiko jika jumlah tidak proporsional dengan risiko yang terukur terhadap aset.

 4. Kalikan seluruh komponen

Analisis DuPont = Net Profit Margin x Asset Turnover x Equity Multiplier

Analisis DuPont = 0.32 x 0.18x 2.16

Analisis DuPont = 0.12

 

Kelemahan DuPont analisis

Kekurangan DuPont analisis adalah masih bergantung kepada data dari akuntansi yang kemungkinan data tersebut dapat dimanipulasi. Analisa DuPont juga tidak dapat menjelaskan kenapa salah satu rasio dapat naik atau turun, atau dapat dikategorikan tinggi atau rendah.

Analisis DuPont vs. ROE

Dengan analisa DuPont analisis investor, pengambil kebijakan dan analis dapatdapat meneliti lebih dalam ROE sehingga benar – benar memahami kenapa ROE mempunyai nilai yang tinggi atau rendah sehingga keputusan dapat lebih baik.

 

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Jadilah investor pasar saham Indonesia.

Untuk pembukaan akun saham (rekening sekuritas) dapat menghubungi kami disini atau disini

Gratis tanpa dipungut biaya!

 

Dipost Oleh Super Administrator

Follow us on IG : https://www.instagram.com/bigbrothersinvestment/ and Twitter : https://twitter.com/BigBroInvest

Post Terkait

Tinggalkan Komentar