Letter Of Credit atau L/C

Letter Of Credit atau L/C

Apa itu Letter Of Credit?

Letter Of Credit atau biasa disebut L/C, LC, atau LOC adalah salah satu metode pembayaran dalam perdagangan Internasional yang berupa surat jaminan pembayaran bersyarat yaitu surat yang diterbitkan oleh suatu bank (issuing bank) yang ditujukan kepada suatu bank di negara tujuan (advising/negotiating bank) untuk kepentingan pihak beneficiary.

Surat tersebut berisi perjanjian yang menuntut suatu bank bertindak atas permintaan dan instruksi seorang nasabah untuk:

  1. Melakukan pembayaran kepada pihak ketiga atau mengaksep draft yang ditarik oleh pihak ketiga, atau
  2. Memberikan kuasa kepada bank lain untuk melakukan pembayaran, mengaksep atau menegosiasi draft atas penyerahan dokumen-dokumen yang ditentukan sesuai dengan persyaratan kredit.

Pengertian menurut Bank Indonesia

Pengertian Letter of Credit menurut Bank Indonesia adalah janji dari issuing bank untuk membayar sejumlah uang kepada eksportir sepanjang ia mampu untuk memenuhi syarat dan kondisi Letter of Credit tersebut.

Kenapa Letter Of Credit itu penting?

Perdagangan internasional memiliki beberapa masalah. Salah satu masalah utama yang kerap dihadapi adalah masalah kepercayaan. Hal ini dikarenakan perdagangan ini melibatkan dua negara berbeda yang memiliki budaya dan karakter yang berbeda memungkinkan adanya penipuan. Akibatnya, kerap muncul rasa tidak percaya antara dua belah pihak. Untuk itu, Letter of Credit hadir sebagai pilihan terbaik yang dapat membantu penjual atau pembeli dalam perdagangan internasional.

L/C banyak digunakan baik oleh importir dan eksportir. Hal ini hanya berhubungan dengan dokumen bukan jasa, barang atau prosedur lainnya yang berkaitan dengan dokumen. Penyelesaian pembayaran dapat memberikan keuntungan baik bagi pembeli atau penjual.

Fungsi & Tujuan Letter Of Credit

Letter of credit mempunyai fungsi sebagai penampung dan menyelesaikan suatu masalah atau kendala dari pihak importir sebagai pembeli ataupun pihak eksportir sebagai penjual.

Eskportir memberikan jaminan untuk menerima pembayaran, apabila mampu dalam menunjukkan dokumen pengiriman barang yang tertulis dalam L/C. Bank mempunyai kewajiban dalam memeriksa kelengkapan dokumen yang sudah dicatat didalam L/C, tetapi tidak memiliki tanggung jawab terhadap kondisi fisik barang.

Letter of credit mempunyai fasilitas kredit eksportir ataupun importir dengan perbankan. Hal ini disebabkan L/C memberikan fasilitas pembayaran di awal ataupun pembayaran dengan tenggang waktu tertentu.

Letter of credit memberikan jaminan didalam proses pembayaran terhadap kontraktor dengan suatu beneficiary. L/C fungsinya memberikan issuing bank kepada permintaan kontraktor, peminjam atau applicant dengan tujuan jeminan khusus terhadap pihak beneficiary ketika terjadi kegagalan didalam mematuhi atau melaksanakan kontraknya.

Jenis-Jenis Letter Of Credit

1. Berdasarkan Sifat

a. Revocable L/C

Adalah L/C yang dapat sewaktu-waktu dibatalkan oleh pembeli (importir) atau bank penerbit L/C (issuing Bank) dimana persetujuan penjual (ekportir) tidak dibutuhkan. Bagi eksportir, L/C jenis ini memiliki resiko yang besar dikarenakan tidak terdapat jaminan pembayaran dari importir dimana barang telah dikirim. L/C jenis ini jarang ditransaksikan di perdagangan internasional.

b. Irrevocable L/C

Adalah L/C yang diterbitkan oleh bank devisa untuk kepentingan perdagangan antara importir dan eksportir yang memastikan komitmen Bank penerbit L/C (Issuing Bank) untuk membayar pelunasan L/C yang telah diterbitkan sesuai dengan jangka waktu berlakunya L/C (biasanya maksimal 180 hari). L/C jenin ini tidak dapat dibatalkan tanpa persetujuan kedua pihak selama jangka waktu yang tercantum kecuali dicantumkan dengan jelas kata “revocable” atau “irrevovable”. Bila tida tercantum kata-kata tersebut maka L/C dianggap merupakan L/C Irrevocable.

c. Confirmed L/C

Adalah L/C yang telah dikonfirmasi oleh suatu bank yang disebut Confirming Bank, dimana biasanya hal ini diminta oleh / dikuasakan dari Bank Penerbit L/C. L/C jeni ini memberikan penjaminan pembayaran dari Confiring Bank dimana jaminan ini memperkuat jaminan yang diberikan oleh Issuing Bank. Syarat atas L/C ini adalah dokumen yang diserahkan kepada Confirming Bank pada saat dilakukan klaim harus terpenuhi syarat dan kondisinya serta L/C tersebut masih berlaku (belum jatuh tempo).

Suatu confirmed L/C memberikan eksportirsebuah jaminan ekstra yang menjamin pembayaran karena diberikan oleh dua guarantor yaitu Issuing Bank Confirming Bank.

2. Berdasarkan Pembayaran

a. L/C Sight

L/C Sight adalah L/C yang bilamana semua persyaratan dipenuhi (tanpa penyimpangan) maka bank negosiasi paling lama dalam 7 hari kerja wajib melunasi nominal L/C keada eksportir. Dengan demikian L/C ini dikategorikan sebagai L./C yang tunai yakni pada saat diperlihatkan semua dokumen pengapalan lengkap tanpa penyimpangan maka pada saat itulah pembayaran dilakukan oleh bank kepada eksportir.

b. L/C Usance

L/C Usance digunakan untuk pembayaran yang baru bisa dilunasi jika L/C tersebut sudah jatuh tempo beberapa hari dari tanggal pengapalan (tanggal Bill of Lading) yaitu biasanya dalam jangka waktu 90 sampai dengan 180 hari. Dengan demikian eksportir memberikan kredit kepada importir dimana barang dikirim terlebih dahulu, kemudian dilakukan pembayaran.

c. L/C Red Clause

Pada L/C Red Clause pembayaran dilakukan oleh bank negosiasi kepada eksportir sebelum barang dikapalkan dan pernyataan mengenai waktu pembayaran dicetak dengan tinta merah agar terlihat mudah dan jelas. Dengan demikian importir member kredit (sebagian dana tertentu) kepada eksportir melalui advising bank yang ditunjuk dan selanjutnya eksportir menyerahkan kuitansi biasa dan surat pernyataan memenuhi janji. Kadangkala L/C ini hampir sama dengan advance payment pada sistem pembayaran non-L/C.

d. L/C UPAS

Adalah kepanjangan dari Usance Payable at Sight. Yaitu merupakan L/C Sight yang diterbitkan oleh issuing Bank dimana pembayaran yang dipersyaratkan oleh eksportir (beneficiary) adalah Sight, akan tetapi Issuing Bank kemudian memberikan fasilitas deferred payment kepada importir sehingga seolah-olah importir membayar at Usance. Pembayaran kepada pihak beneficiary (eksportir) dilakukan oleh Issuing Bank at sight.

3. Berdasarkan Syarat

a. Open (Negotiation) L/C

Yaitu L/C yang memberikan hak kepada eksportir penerima L/C untuk menegosiasi dokumen pengapalan melalui bank mana saja yang diinginkannya. Nominated bank dapat membeli (purchase) wesel beneficiary dan mengklaim kepada Confirming atau Issuing Bank. Dalam Negotiation L/C, jaminan Issuing Bank diberikan kepada Nominated Bank yang menegosiasi atau membeli wesel atau dokumen beneficiary yang diajukan atas dasar L/C. L/C ini menjamin suatu bank yang diberi kuasa untuk menegosiasi wesel atau dokumen bahwa wesel atau dokumen ini akan diambil alih oleh Issuing Bank, asalkan kondisi / syarat L/C terpenuhi.

b. Restricted L/C

Yaitu L/C yang membatasi hak eksportir penerima L/C untuk menegosiasi dokumen pengapalan kepada bank tertentu yang disebutkan oleh issuing bank di dalam L/C tersebut dan biasanya terbatas pada advising bank saja.

c. Commercial Documentary L/C

L/C yang mewajibkan eksportir penerima L/C untuk menyerahkan dokumen pengapalan yang membuktikan pemilikan barang serta dokumen pelengkap lainnya sebagai syarat untuk memperoleh pembayaran.

d. Clean L/C

Yaitu suatu L/C yang dapat dicairkan dananya dengan penyerahan wesel atau hanya dengan kuitansi saja. L/C ini tidak membutuhkan penyerahan dokumen pengapalan seperti bill of lading dan dokumen pelengkap lainnya.

e. Revolving L/C

L/C yang memperbolehkan pemakaian kredit secara berulang tanpa perlu mengadakan perubahan persyaratan kredit untuk suatu kontrak jual beli yang penyerahannya lebih dari sekali.

f. Transferable L/C

Yaitu L/C yang memberikan wewenang kepada eksportir untuk menyerahkan pengiriman barang kepada pihak ketiga tanpa melepakan haknya sebagai beneficiary L/C tersebut. L/C seperti ini dibuka apabila eksportir bukanlah penghasil barang sesungguhnya. Eksportir pertama bertindak sebagai pihak penengah antara pemasok barang yang sesungguhnya dengan importir. Dengan mencantumkan kata-kata “This Credit is Transferable” pada L/C dengan kondisi khusus maka L/C itu menjadi sebuah Transferable L/C. Sebagai tambahan, L/C ini dapat dipindahkan kepada beberapa second beneficiary, namun hanya boleh satu kali. Nilai L/C dapat dipindahkan sebagian atau seluruhnya kepada satu atau lebih second beneficiary. Saat melakukan pemindahan kepada second beneficiary beberapa syarat dan kondisi kredit boleh diubah terbatas kepada: harga, nilai L/C, tanggal expiration L/C, presentation date, last shipping date.

 g. Back to Back L/C

Yaitu L/C yang diaplikasikan oleh seorang eksportir untuk eksportir lain dengan menggunakan L/C yang diterima dari importir sebagai jaminan karena eksportir tidak mampu memenuhi pengirman barang yang diminta atau apabila ia bukanlah eksportir yang sesungguhnya. L/C ini dibuka oleh eksportir pertama kepada eksportir kedua dengan tujuan supaya importir tidak mengetahui siapa eksportir yang menghasilkan barang.

h. Standby L/C

Yaitu semacam bank garansi yang dikeluarkan oleh mitra dagang asing untuk menjamin pinjaman yang dilakukan oleh perusahaan lokal yang bekerja sama dengan mitra dagang asing tersebut. Penggunaan standby L/C ini adalah untuk mengatasi suatu kegagalan dan suatu perjanjian induk antara dua pihak yang melakukan suatu perjanjian dalam kaitannya dengan perdagangan internasional.

Dipost Oleh Super Administrator

Follow us on IG : https://www.instagram.com/bigbrothersinvestment/ and Twitter : https://twitter.com/BigBroInvest

Post Terkait

Tinggalkan Komentar