Pasar Modal

Pasar Modal

Pengertian Pasar Modal

Pasar modal adalah tempat bertemunya para pemilik modal dengan para pihak yang membutuhkan modal. Menurut Undang-undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal menyebutkan bahwa pasar modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek (surat berharga), perusahaan publik yang berkaitan dengan efek (surat berharga), yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek (surat berharga).

Pasar modal Indonesia dilaksanakan di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang merupakan gabungan dari dua bursa efek yakni Bursa Efek Jakarta (BEJ) dengan Bursa Efek Surabaya (BES) pada tanggal 30 Oktober 2007. Saat ini perdagangan pasar dilakukan serba digital.

Fungsi Pasar Modal

Ada beberapa Fungsi pasar modal antara lain yaitu:

  1. Menyediakan sumber pembiayaan (jangka panjang) bagi dunia usaha sekaligus memungkinkan alokasi sumber dana secara optimal.
  2. Memberikan wahana investasi bagi investor sekaligus pilihan jenis diversifikasi investasi.
  3. Menyediakan leading indicator bagi tren ekonomi suatu Negara.
  4. Penyebaran kepemilikan perusahaan sampai lapisan masyarakat menengah.
  5. Penyebaran kepemilikan, keterbukaan dan profesionalisme, menciptakan iklim berusaha yang sehat.
  6. Menciptakan lapangan kerja/profesi lain.
  7. Memberikan kesempatan memiliki perusahaan yang sehat dan mempunyai prospek.

Jenis – Jenis Pasar Modal

Berikut adalah jenis – jenis pasar modal yang ada di pasar Bursa Efek Indonesia:

1. Pasar Perdana

Pasar perdana adalah penawaran saham dari perusahaan yang menerbitkan saham (emiten) kepada pemodal selama waktu yang ditetapkan oleh pihak sebelum saham tersebut diperdagangkan di pasar sekunder atau disebut juga IPO. Pengertian tersebut menunjukkan bahwa, pasar perdana merupakan pasar modal yang memperdagangkan saham - saham atau sekuritas lainnya yang dijual untuk pertama kalinya (penawaran umum perdana) sebelum saham tersebut di catat di bursa.

Harga saham perdana ditentukan oleh penjamin emisi dan perusahaan yang akan go public (emiten), berdasarkan analisa fundamental perusahaan yang bersangkutan. Peranan penjamin emisi pada pasar perdana selain menentukan harga saham, juga melaksanakan penjualan saham kepada masyarakat sebagai calon pemodal. Pasar perdana, saham yang bersangkutan untuk pertama kalinya diterbitkan emiten dan dari hasil penjualan saham tersebut seluruhnya masuk sebagai modal perusahaan (penyertaan modal/saham).

2. Pasar Sekunder

Pasar sekunder adalah pasar perdagangan saham setelah melewati masa penawaran pada pasar perdana. Jadi, pasar sekunder dimana saham dan sekuritas lain diperjualbelikan secara luas, setelah melalui masa penjualan di pasar perdana. Pasar sekunder juga disebut pasar reguler.

Harga saham di pasar sekunder ditentukan oleh permintaan dan penawaran antara pembeli dan penjual itu sendiri setiap harinya. Permintaan penawaran dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor internal misalnya pendapatan perlembar saham, besaran deviden yang dibagi, kinerja manajemen perusahaan, dan faktor eksternal seperti muncul gejolak politik pada suatu Negara, perubahan kebijakan moneter, dan laju inflasi yang tinggi. Saham dapat dibeli dengan menginput kode saham langsung misalkan contoh BBRI.

3. Pasar Negosiasi

Pasar negosiasi adalah pasar di mana efek diperdagangkan secara negosiasi atau tawar menawar dan proses jual dan beli tetap harus melalui perusahaan sekuritas. Pasar negosiasi menggunakan kode saham .NG pada akhir kodenya contoh BBRI.NG. Dalam pasar ini juga transaksi dilakukan dengan membeli semua volume yang dipasang tanpa bisa menawar dengan volume yang lebih kecil.

4. Pasar Tunai

Pasar dimana perdagangan Efek di Bursa dilaksanakan berdasarkan proses tawar menawar secara lelang yang berkesinambungan (continuous auction market) oleh Anggota Bursa Efek (sekuritas) dan penyelesaiannya dilakukan pada hari Bursa yang sama dengan terjadinya Transaksi Bursa (T+0). Biasanya kode saham ditulis dengan tambahan .TN contoh BBRI.TN

Jenis Instrumen Pasar Modal

Jenis instrumen pasar modal disebut juga efek yaitu surat-surat berharga antara lain:

1. Saham

Saham adalah tanda bukti kepemilikan sebuah perusahaan. Jika anda membeli saham maka akan tercatat sebagai pemilik perusahaan sesuai persentase. Jenis saham ada 2 yaitu preferent stock (saham istimewa) atau common stock (saham biasa). Dalam kategori lain juga terdpat jenis saham syariah

Keuntungan memiliki saham adalah capital gain dan dividen dan risikonya adalah capital loss sampai perusahaan mengalami kebangkrutan.

2. Obligasi

Obligasi adalah surat hutang yang diterbitkan oleh instansi baik swasta maupun BUMN. Keuntungan memiliki obligasi adalah kupon atau bunga secara berkala dan risiko adalah gagal bayar.

3. Right (hak memesan efek terlebih dahulu).

HMETD adalah Hak yang diperoleh para pemegang saham yang namanya telah terdaftar dalam daftar pemegang saham suatu perseroan terbatas untuk menerima penawaran terlebih dahulu apabila perusahaan sedang menjalani proses emisi atau pengeluaran saham-saham dari saham simpanan. HMETD ditandai dengan akhiran "-R" pada perdagangan bursa saham. Sebagai contoh, saham telkom memiliki kode TLKM, dan HMETD-nya adalah TLKM-R.

4. Waran

Waran adalah sebuah hak yang diberikan kepada pemegang saham untuk membeli lembar saham pada harga yang telah ditentukan (harga eksekusi) oleh emiten yang menerbitkannya dalam jangka waktu tertentu yang telah ditetapkan oleh perusahaan penerbit Waran.

Lembar sahamnya ditransaksikan dengan menggunakan kode “-W” di belakang kode saham emiten yang mengeluarkannya Misalnya “TLKM-W”.

5. Produk turunan (Derivative)

Derivatif merupakan kontrak atau perjanjian yang nilai atau peluang keuntungannya terkait dengan kinerja aset lain. Aset lain ini disebut sebagai underlying assets. Efek derivatif merupakan Efek turunan dari Efek “utama” baik yang bersifat penyertaan maupun utang. Efek turunan dapat berarti turunan langsung dari Efek “utama” maupun turunan selanjutnya.

Dalam BEI terdapat produk IDX LQ45 Futures. Kontrak Berjangka atau Futures adalah kontrak untuk membeli atau menjual suatu underlying (dapat berupa indeks, saham, obligasi, dll) di masa mendatang. Kontrak indeks merupakan kontrak berjangka yang menggunakan underlying berupa indeks saham.

IDX LQ45 Futures merupakan Suatu perjanjian yang mewajibkan para pihak untuk membeli atau menjual sejumlah Underlying pada harga dan dalam waktu tertentu di masa yang akan datang. LQ45 Futures menggunakan underlying indeks LQ45, LQ45 telah dikenal sebagai benchmark saham-saham di Pasar Modal Indonesia. Di tengah perkembangan yang cepat di pasar modal Indonesia, indeks LQ45 dapat menjadi alat yang cukup efektif dalam rangka melakukan tracking secara keseluruhan dari pasar saham di Indonesia. Berikut ini merupakan spesifikasi dari IDX LQ45 Futures

6. Reksadana

Reksa Dana adalah suatu wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk diinvestasikan dalam portofolio efek. Reksadana dijual dan dikelola oleh Manajer investasi.

7. ETF

ETF adalah Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek. Meskipun ETF pada dasarnya adalah reksa dana, produk ini diperdagangkan seperti saham-saham yang ada di bursa efek. ETF merupakan penggabungan antara unsur reksa dana dalam hal pengelolaan dana dengan mekanisme saham dalam hal transaksi jual maupun beli.

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Jadilah investor pasar saham Indonesia.

Untuk pembukaan akun saham (rekening sekuritas) dapat menghubungi kami disini atau disini

Gratis tanpa dipungut biaya

 

Dipost Oleh Super Administrator

Follow us on IG : https://www.instagram.com/bigbrothersinvestment/ and Twitter : https://twitter.com/BigBroInvest

Post Terkait

Tinggalkan Komentar