Sistem Bagi Hasil Syariah

Sistem Bagi Hasil Syariah

Apa itu Sistem Bagi Hasil Syariah?

Bagi hasil adalah suatu sistem pengolahan dana dalam perekonomian syariah islam yakni pembagian hasil usaha antara pemilik modal (shahibul maal) dan pengelola (mudharib). Bagi hasil merupakan persentase kuntungan yang akan diperoleh dari pemilik modal (shahibul mal) dan pengelola (mudharib) yang ditentukan berdasarkan kesepakatan antara keduanya.

Bagi hasil mencerminkan bentuk return (perolehan kembalinya) dari kontrak investasi, dari waktu ke waktu, tidak pasti dan tidak tetap. Besar kecilnya perolehan kembali itu tergantung pada hasil usaha yang benar-benar terjadi. Sedangkan sistem bagi hasil adalah sistem dimana dilakukannya perjanjian atau ikatan bersama didalam melakukan kegiatan usaha.

Pembagian risiko Sistem Bagi Hasil Syariah

Jika usaha tersebut merugi akibat risiko bisnis, bukan akibat kelalaian mudharib, maka pembagian kerugian berdasarkan porsi modal yang disetorkan oleh masing-masing pihak. Karena seluruh modal yang ditanam dalam usaha mudharib milik shahibul mal (pemilik modal). Oleh karena itu, nisbah bagi hasil disebut juga dengan nisbah keuntungan.

Jenis Akad Berdasarkan Prinsip Bagi Hasil Syariah

Pada penerapannya prinsip yang sering digunakan dalam sistem bagi hasil adalah kontrak kerja sama pada akad Musyarakah dan Mudharabah.

1. Musyarakah

Musyarakah adalah akad kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk suatu tertentu dimana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan kesepakatan keuntungan dan risiko akan ditanggung bersama sesuai dengan akad.

2. Mudharabah

Mudharabah adalah akad kerja sama antara dua pihak untuk suatu tertentu dimana salah satu pihak sebagai pemberi kontribusi dana dan pihak lain sebagai pengelola, kemudian nisbah akan dibagi sesuai dengan kesepakatan akad.

Mekanisme Perhitungan Bagi Hasil Syariah

Mekanisme perhitungan bagi hasil yang diterapkan didalam perbankan syariah terdiri dari dua sistem, yaitu profit sharing dan revenue sharing.

1. Profit sharing

Profit sharing (bagi laba) adalah pembagian laba yang diperoleh dari keuntungan atau pendapatan yang dikurangi beban yang berkaitan dengan pengelolaan dana. Keuntungan yang diperoleh harus dibagi secara proporsional antara shahibul maal (pemilik modal) dengan mudharib (pengelola).

Pada dunia syariah istilah yang sering dipakai adalah profit dan loss sharing, dimana hal ini dapat diartikan sebagai pembagian antara untung dan rugi dari pendapatan yang diterima atas hasil usaha yang telah dilakukan. Sistem profit and loss sharing dalam pelaksanaannya merupakan bentuk dari perjanjian kerja sama antara pemilik modal dan pengelola modal dalam menjalankan kegiatan usaha ekonomi, dimana diantara keduanya akan terikat kontrak bahwa didalam usaha tersebut jika mendapatkan keuntungan akan dibagi kedua pihak sesuai nisbah kesepakatan di awal perjanjian dan begitu pula bila usaha mengalami kerugian akan ditanggung bersama sesuai porsi masing - masing.

Dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa sistem profit dan loss sharing merupakan bentuk perjanjian kerja sama antara pemilik modal dan pengelola usaha yang mana pembagian antara untung dan rugi dari pendapatan yang diterima atas hasil usaha yang telah dilakukan dibagi sesuai dengan kesepakatan bersama.

Contoh perhitungan menggunakan metode perhitungan profit dan loss sharing

Nasabah dengan deposito Rp10.000.000, dengan nisbah yang ditetapkan adalah 40% untuk bank dan 60% untuk nasabah. Bank sebagai mudharib dan nasabah sebagai shahibul maal. Bank syariah memperoleh pendapatan Rp3.000.000, dengan biaya-biaya yang dikeluarkan Rp1.000.0000. Ini berarti keuntungan bersihnya adalah Rp2.000.000.

Maka bagi hasil yang diterima adalah:

Bank         : 40% x Rp2.000.000= Rp800.000

Nasabah : 60% x Rp2.000.000 = Rp1.200.000.

2. Revenue Sharing

Revenue Sharing (bagi pendapatan) adalah perhitungan bagi hasil yang didasarkan kepada keseluruhan pendapatan yang diterima sebelum dikurangi biaya-biaya yang telah dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan tersebut.

Di dalam revenue terdapat unsur-unsur yang terdiri dari total biaya (total cost) dan laba (profit). Laba bersih (net profit) merupakan laba kotor (gross profit) dikurangi biaya distribusi penjualan, administrasi dan keuangan.

Dalam dunia bank revenue adalah jumlah dari penghasilan bunga bank yang diterima dari penyaluran dana atau jasa atas pinjaman maupun titipan yang diberikan oleh bank. Maka dapat dipahami bahwa Revenue Sharing adalah perhitungan bagi hasil berdasarkan pendapatan bank sebelum dikurangi dengan biaya lain.

Contoh perhitungan menggunakan metode perhitungan Revenue Sharing:

Nasabah dengan deposito Rp10.000.000, dengan nisbah yang ditetapkan adalah 40% untuk bank dan 60% untuk nasabah. Bank sebagai mudharib dan nasabah sebagai shahibul maal. Bank syariah memperoleh pendapatan Rp3.000.000, maka bagi hasil yang diterima adalah:

Bank   : 40% x Rp3.000.000 = Rp1.200.000

Nasabah : 60% x Rp3.000.000 = Rp1.800.000

Walaupun bank masih perlu mengeluarkan biaya-biaya sebanyak Rp1.000.000, sehingga keuntungan bersih bank adalah Rp1.200.000 - Rp1.000.000 = Rp200.000.

Sistem bagi pendapatan ini, bagi hasil diperhitungkan dari keseluruhan pendapatan sebelum dikeluarkan segala biaya, maka kemungkinan yang terjadi ialah kadar bagi hasil yang diterima pemilik dana akan lebih besar dibandingkan dengan kadar suku bunga di pasaran.

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Jadilah investor pasar saham Indonesia.

Untuk pembukaan akun saham (rekening sekuritas) dapat menghubungi kami disini atau disini

Gratis tanpa dipungut biaya

Dipost Oleh Super Administrator

Follow us on IG : https://www.instagram.com/bigbrothersinvestment/ and Twitter : https://twitter.com/BigBroInvest

Post Terkait

Tinggalkan Komentar