Terminal Value atau Nilai Terminal

Terminal Value atau Nilai Terminal

Apa itu nilai terminal atau terminal value?

Terminal value adalah nilai saat ini di masa mendatang dari semua arus kas masa depan ketika kita mengharapkan tingkat pertumbuhan yang stabil selamanya. Terminal value mengasumsikan bisnis akan selalu tumbuh pada tingkat

Ada dua metode yang umum digunakan untuk menghitung nilai terminal: pertumbuhan terus-menerus (Model Pertumbuhan Gordon) dan keluar beberapa. Yang pertama mengasumsikan bahwa bisnis akan terus menghasilkan arus kas pada tingkat yang konstan selamanya sementara yang kedua mengasumsikan bahwa bisnis akan dijual untuk kelipatan dari beberapa metrik pasar. Para profesional investasi lebih memilih pendekatan keluar berganda sementara akademisi menyukai model pertumbuhan berkelanjutan.

Fungsi nilai terminal atau terminal value?

Terminal value sering digunakan sebagai komponen dalam analisis diskon arus kas diskonto DCF untuk menghitung nilai total bisnis. DCF memiliki dua komponen utama yaitu periode perkiraan yang didasarkan dari data historis perusahaan dan nilai terminal atau Terminal value.

Arus kas diskonto (DCF) adalah metode populer yang digunakan dalam studi kelayakan, akuisisi perusahaan, dan penilaian atau valuasi. Metode ini didasarkan pada teori bahwa nilai aset sama dengan semua arus kas masa depan yang berasal dari aset tersebut.

Jenis Nilai Terminal (TV)

1. Metode Perpetuity atau Perpetual

Metode ini mengasumsikan bahwa arus kas akan tumbuh pada tingkat yang stabil selamanya. Stabil dalam tingkat pertumbuhan disini bisa naik maupun turun tergantung dari data masa lalu perusahaan yang akan dijadikan proyeksi.

Hal ini tujukan karena dalam penilaian bisnis, arus kas bebas atau dividen dapat diramalkan untuk periode waktu tertentu akan tetapi estimasi atau peramalan tersebut menjadi tantangan tersendiri karena proyeksi semakin jauh ke masa depan.

Rumus terminal value metode Perpetuity:

(FCF * (1 + g)) / (d - g)

Dimana:

FCF = Arus kas gratis untuk periode perkiraan terakhir

g = Tingkat pertumbuhan terminal

d = tingkat diskonto (WACC/ biaya modal rata-rata tertimbang)

Contoh menghitung terminal value

Misalkan sebuah perusahaan diproyeksikan mempunyai arus kas bebas di tahun ke 10 adalah Rp. 61.1300.636Juta, dengan tingkat pertumbuhan terminal 3,75% dan WACC 11,46%, maka perhitungannya adalah

Terminal Value = (FCFn x (1 + g)) / (WACC – g)

Terminal Value = (6,130,636juta x (1 + 3,75%)) / (11,46% - 3,75%)

Terminal Value = Rp. 82,531,106 juta

 

2. Metode Exit Multiple

Jika investor mengasumsikan jangka waktu pendek seperti diakuisisi oleh perusahaan lain sebagai aksi untuk menjual atau exit maka tidak perlu menggunakan model pertumbuhan perpetual.  Terminal value Metode exit multiple mencerminkan nilai realisasi bersih dari aset perusahaan pada saat terjadinya exit atau akuisisi berlangsung.

Exit Multiple memperkirakan harga wajar dengan cara mengalikan dengan faktor pengkali seperti PBV, PER, PEG atau EV/EBITDA dengan rata – rata perusahaan pembanding yang tentunya dalam model bisnis dan sektor industri yang sama.

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Jadilah investor pasar saham Indonesia.

Untuk pembukaan akun saham (rekening sekuritas) dapat menghubungi kami disini atau disini

Gratis tanpa dipungut biaya!

 

Dipost Oleh Super Administrator

Follow us on IG : https://www.instagram.com/bigbrothersinvestment/ and Twitter : https://twitter.com/BigBroInvest

Post Terkait

Tinggalkan Komentar