Reksadana

Reksadana

Apa itu reksadana?

Reksa Dana adalah sarana atau wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat atau pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek dan dikelola oleh Manajer Investasi.

Karakteristik Reksadana

1. Kumpulan dana dari banyak investor (masyarakat)

Reksadana merupakan kontrak investasi kolektif (KIK) yaitu sebuah tempat dimana banyak pihak menempatkan dananya untuk diinvestasikan ke berbagai jenis produk. Sehingga pelaku–pelaku investasi pada reksadana bisa dalam bentuk individu maupun kelompok.

2. Dana ditempatkan pada berbagai instrumen investasi

Dana yang terkumpul dari masyarakat tersebut di masing – masing manajer investasi akan diinvestasikan dalam berbagai instrumen – instrumen investasi seperti obligasi, saham, maupun produk pasar uang.

3. Manajer Investasi sebagai pengelola Reksadana

Pengelola reksadana adalah manajer investasi, bisa suatu perusahaan atau lembaga yang mempunyai izin resmi. Untuk di Indonesia sendiri kelegalan perusahaan investasi dapat diperoleh melalui verifikasi dari Otoritas Jasa Keuangan. Perusahaan investasi diwajibkan punya dua sisi kelegalan. Yaitu dari segi izin mengelola reksa dana dalam bentuk perusahaan dan individu yang juga harus terdaftar resmi dan punya izin untuk mengelola dana.

4. Dikategorikan instrumen investasi jangka menengah ataupun jangka panjang

Reksadana merupakan instrumen jangka menengah dan jangka panjang karena berbagai jenis instrumen yang ada di dalamya bisa dikatakan untuk tujuan investasi dalam dua jangka waktu tersebut seperti reksadanasaham.

5. Adanya resiko pada Reksadana

Reksadana juga memiliki risiko yang disebabkan pengelolaan dan komposisi portofolio yang berisi berbagai instrumen investasi. Tentunya instrumen investasi ini mempunyai harga yang bisa berfluktuatif setiap waktu. Sebagai contoh, apabila suatu reksa dana berisikan instrumen obligasi, tentu hal ini akan sangat berkaitan erat dengan kebijakan BI rate. BI rate yang naik akan menyebabkan penurunan harga obligasi.

Jenis – Jenis Reksadana

1. Reksadana tertutup

Reksadana tertutup adalah reksadana yang tidak dapat membeli kembali saham-saham atau unit yang sebelumnya telah dijual kepada investor. Bentuk reksadana tetutup salah satunya adalah reksadana terproteksi dimana portofolio mayoritasnya merupakan obligasi dan efek hutang.

Transaksi perdagangan pada jenis reksa dana ini dilakukan pada bursa saham dan Jika ingin menjual reksa dananya karena membutuhkan dana, maka investor tersebut harus menjualnya ke bursa.

Manjer investasi tidak bisa membeli kembali reksa dana dari investornya tersebut. Reksa dana tertutup mempunyai jumlah yang relatif stabil, kecuali ada suatu aktivitas atau tindakan yang dilakukan oeh suatu perusahaan. Reksa dana ini mempunyai harga sesuai dengan portofolionya. Harganya sendiri biasanya malah lebih rendah dari NAB, hal tersebut dikarenakan adanya biaya transaksi.

2. Reksadana terbuka

Reksadana terbuka adalah sebuah reksadana yang dapat menawarkan serta membeli kembali saham-saham atau unit dari pemodal sampai dengan jumlah modal yang telah dikeluarkan. Investor bisa menjual kembali reksa dana yang dimiliki kepada manajer investasi saat mereka membutuhkan uang.

Berbeda dengan kategori reksa dana tertutup yang harus menjualnya sendiri di bursa saham. Kewajiban manajer investasi adalah membeli unit penyertaan yang dijual oleh investor dengan harga sesuai penutupan perdagangan. Sedangkan investor tahu harga jual atau beli tersebut pada hari esoknya Reksa Dana dapat juga diklasifikasikan berdasarkan jenis investasinya.

Reksadana terbuka terdiri dari empat kategori yaitu:

a. Reksadana pasar uang

Reksadana pasar uang adalah reksadana yang penempatannya ditempatkan pada instrumen pasar uang. Kategori dari reksa dana jenis ini akan mempunyai portofolio yang tersusun dari instrumen berasal dari deposito, SBI dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun.

Risiko dari reksa dana ini relatif kecil jika dibandingkan reksa dana jenis lain. Reksa Dana ini berisi surat-surat berharga pada instrumen pasar uang seperti SBI, obligasi pemerintah, dan deposito yang mana akan lebih aman. Selain itu juga, surat jenis-jenis surat berharga ini bersifat likuid.

b. Reksadana pendapatan tetap

Reksadana pendapatan tetap adalah reksadana yang portofolionya tersusun dari instrumen obligasi setidaknya hampir 80%. Jika dibandingkan dengan reksa dana pasar uang, tentu reksa dana ini lebih bersifat menguntungkan namun berisiko lebih tinggi. Karena obligasi korporasi biasanya akan memberikan bunga yang relatif lebih tinggi daripada deposito maupun obligasi pemerintah.

Namun, selain keuntungan yang lebih baik daripada reksa dana pasar uang, risiko yang ada dalam reksa dana jenis ini juga relatif lebih besar pula. Karena obligasi ini merupakan kategori obligasi korporasi yang mana mungkin akan terjadi risiko gagal bayar oleh perusahaan karena bangkrut.

c. Reksadana campuran

Reksadana campuran adalah reksadana yang berisi kombinasi dari pasar uang, saham ataupun obligasi. Reksa Dana jenis campuran akan menyebar dananya pada berbagai   instrumen-instrumen pasar uang, obligasi, atau saham dengan proporsi yang ditentukan.

Dalam pelaksanaannya, reksa dana jenis campuran biasanya dibeli para investor yang bertujuan untuk investasi jangka menengah sampai panjang.

d. Reksadana Saham

Reksadana saham adalah reksadana yang ditempatkan dengan komposisi instrumen saham pada portofolionya minimum 80%. Reksa Dana ini mempunyai risiko yang paling tinggi. Karena fluktuasi saham yang sangat tinggi dalam suatu periode.

Disisi lain reksa dana jenis ini juga dapat memberikan return yang sangat tinggi jika berhasil menganalisa pasar dengan baik. Investasi pada kategori reksa dana jenis saham ini akan lebih cocok dilakukan dalam jangka panjang agar mendapat keuntungan yang besar.

e. Reksadana Terproteksi

Reksadana terproteksi adalah sebuah reksa dana yang mempunyai sifat adanya proteksi jika nilai pokok investasi dilakukan pencairan pada suatu akhir periode. Hal tersebut membuat nilai pokok tidak terjadi penurunan. Reksa Dana ini biasanya mempunyai periode tiga sampai lima tahun.

Jika investor pada reksa dana ini melakukan pencairan investasi pada waktu sebelum periode perjanjian, maka mereka akan terkena kerugian, karena reksa dana ini tidak membuat nilai pokok dari awal investasi sama dengan pada akhir periode investasi. Pengelola jenis reksadana ini akan mendapat fee yang relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan jenis reksa dana normal lainnya.

Istilah Dalam reksadana

1. Asset Under Management (AUM)

Asset Under Management adalah nilai total dana kelolaan dari suatu manajer investasi. AUM ini menunjukkan total dana yang dikelola oleh manajer investasi pada suatu periode.

2. Unit Penyertaan (UP)

Unit Penyertaan (UP) adalah satuan dalam Reksa Dana. Saat Investor membeli produk Reksa Dana itu berarti investor membeli Unit Penyertaan dari Manajer Investasi.

3. Nilai Aktiva Bersih per unit

NAB per unit penyertaan menyatakan harga suatu reksadana (NAV). Harga inilah yang nantinya menjadi dasar kegiatan transaksi reksadana bisa dilakukan. Berbeda dengan instrumen lain seperti saham ataupun obligasi, yang mana investor dapat mengetahui harga persis saat melakukan transaksi.

Sebagai seorang investor pada reksa dana harga baru bisa diketahui esok hari jika transaksi dilakukan sebelum pukul 12 siang per hari ini. Lalu jika transaksi dilakukan setelah pukul 12 siang, maka harga baru diketahui lusa.

Pihak yang Terlibat Dalam Reksa Dana

1. Manajer Investasi

Manajer investasi adalah sebuah perusahaan bukan perseorangan yang melakukan sebuah pengelolaan portfolio reksadana. Manajer investasi harus memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan untuk melakukan kegiatan dalam melakukan aktivitas sebagai pengelola reksa dana.

Tugas manajer investasi

  1. Pengelolaan portofolio sesuai kebijakan investasi yang tercantum dalam kontrak dan prospektus.
  2. Penyusunan tata cara dan memastikan bahwa semua uang para calon pemegang unit penyertaan disampaikan kepada bank kustodian selambat lambatnya pada akhir kerja berikutnya.
  3. Melakukan pembelian kembali (pelunasan) unit penyertaan.
  4. Memelihara catatan penting yang berkaitan dengan laporan keuangan dan pengelolaan reksa dana sebagaimana ditetapkan oleh BAPEPAM.

2. Bank Kustodian

Bank kustodian adalah bank yang memberikan jasa untuk menyimpan dana investasi dan mengelola segala hal terkait administrasi reksa dana dan menjadi wakil bagi pemegang rekening nasabah. Bank kustodian juga diharuskan memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan dalam melakukan aktivitasnya.

Didalam pengelolaan reksa dana bank kustodian memiliki kewajiban diantaranya sebagai berikut:

  1. Memberikan jasa penitipan kolektif dan kustodian sehubungan dengan kekayaan reksa dana.
  2. Menghitung (NAB) reksa dana setiap hari bursa.
  3. Membayar biaya-biaya yang berkaitan dengan reksa dana atas perintah manajer investasi.
  4. Menyimpan catatan secara terpisah yang menunjukkan semua perubahan dalam jumlah unit penyertaan, jumlah unit penyertaan yang dimiliki setiap pemegang unit penyertaan, nama, dan identitas lainnya dari pemegang unit penyertaan.
  5. Mengurus penerbitan dan pembelian kembali (pelunasan) dari unit penyertaan sesuai dengan kontrak.
  6. Memastikan bahwa unit penyertaan diterbitkan hanya atas penerimaan dana dari calon pemegang unit penyertaan.
  7. Menolak instruksi manajer investasi secara tertulis dengan tembusan kepada BAPEPAM apabila instruksi tersebut pada saat diterima oleh bank kustodian secara jelas melanggar peraturan perundang-perundangan di bidang pasar modal dan atau kontrak investasi kolektif.

3. OJK (Otoritas Jasa Keuangan)

Sejak tahun 2013, wewenang dan tugas BAPEPEAM-LK beralih menjadi OJK yang mana berarti OJK punya wewenang dan tugas membina, mengatur, dan mengawasi kegiatan pasar modal, melaksanakan dan merumuskan kebijakan di bidang lembaga keuangan.

Adanya pemindahan wewenang ini kepada OJK tentunya diharapkan membawa perubahan yang lebih baik. Mengingat, koordinasi antar lembaga keuangan akan menjadi lebih terintegrasi sehingga memudahkan pengawasan. Tugas/fungsi yang dilakukan bertujuan agar pasar modal lebih teratur, efisien, transparan dan melindungi kepentingan investor pasar modal.

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Jadilah investor pasar saham Indonesia.

Untuk pembukaan akun saham (rekening sekuritas) dapat menghubungi kami disini atau disini

Gratis tanpa dipungut biaya!

 

Dipost Oleh Super Administrator

Follow us on IG : https://www.instagram.com/bigbrothersinvestment/ and Twitter : https://twitter.com/BigBroInvest

Post Terkait

Tinggalkan Komentar